Posts Tagged ‘ilmu’

BAGAI MENGUKIR DI ATAS BATU

Usia kanak-kanak adalah masa keemasan dalam kehidupan seseorang. Segala yang dipelajari dan dialami pada masa ini –dengan izin Allah Subhanahu wa Ta’ala– akan membekas kelak di masa dewasa.

Tak heran bila di kalangan pendahulu kita yang shalih banyak kita dapati tokoh-tokoh besar yang kokoh ilmunya, bahkan dalam usia mereka yang masih relatif muda. Dari kalangan sahabat, ada ‘Abdullah bin ‘Umar, ‘Abdullah bin ‘Abbas, ‘Abdullah bin Mas’ud, Mu’adz bin Jabal, Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhum, dan banyak lagi. Kalangan setelah mereka, ada Sufyan Ats-Tsauri, Al-Imam Malik, Al-Imam Asy-Syafi’i, dan Al-Imam An-Nawawi rahimahumullah.

Begitulah memang. Dari sejarah kehidupan mereka Continue reading

Advertisements

WAHAI PENUNTUT ILMU

“…Sesungguhnya ketakwaan adalah asas kebaikan seorang penuntut ilmu dan tanda bahwa dia bisa mengambil faidah dari ilmu yang dipelajarinya. Karena termasuk sebab terbesar untuk merealisasikan pencarian ilmu syar’i yang shahih yang diambil dari al-Kitab dan as-Sunnah adalah takwa kepada Allah.

وَاتَّقُوا اللَّهَ وَيُعَلِّمُكُمُ اللَّهُ

“Bertakwalah kamu kepada Allah, niscaya Allah akan memberikan ilmu kepadamu.” (al-Baqarah: 282)

Sebagian orang yang menisbatkan diri kepada ilmu — dan kita merasa khawatir termasuk ke dalamnya — menyia-nyiakan waktu dalam hal yang tidak berfaidah, seperti qiila wa qoola (isu, desas-desus) dan perkataan kosong yang bisa menjauhkan dari Allah dan mengeraskan hati. Engkau bisa mendapati banyak manusia yang hal ini menjadi kesibukan utamanya. Dan dia tidak melakukan shalat satu atau tiga rakaat di akhir malam, karena ada yang memalingkannya dari ketaatan kepada Allah.

Dia tidak menyadari bahwa dia ada di perantauan, berada di penyeberangan, hanya di tempat berlalu saja. Maka shalatlah seperti shalatnya orang yang akan berpisah (dengan dunia). Jadilah di dunia ini bagaikan orang asing atau orang yang berjalan. Jika kamu di waktu sore, jangan tunggu sampai esok. Jika kamu di waktu pagi, jangan tunggu sampai sore. Sibukkanlah waktumu dengan ketakwaan kepada Allah, penuhi waktumu dengan ketakwaan kepada Allah, seperti shalat, puasa, ilmu, dan membaca al-Quran. Sibukkanlah dirimu dengan cela yang ada padamu jangan menyibukkan diri dengan cela orang lain. Continue reading