Archive for the ‘IBADAH’ Category

BAGAI MENGUKIR DI ATAS BATU

Usia kanak-kanak adalah masa keemasan dalam kehidupan seseorang. Segala yang dipelajari dan dialami pada masa ini –dengan izin Allah Subhanahu wa Ta’ala– akan membekas kelak di masa dewasa.

Tak heran bila di kalangan pendahulu kita yang shalih banyak kita dapati tokoh-tokoh besar yang kokoh ilmunya, bahkan dalam usia mereka yang masih relatif muda. Dari kalangan sahabat, ada ‘Abdullah bin ‘Umar, ‘Abdullah bin ‘Abbas, ‘Abdullah bin Mas’ud, Mu’adz bin Jabal, Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhum, dan banyak lagi. Kalangan setelah mereka, ada Sufyan Ats-Tsauri, Al-Imam Malik, Al-Imam Asy-Syafi’i, dan Al-Imam An-Nawawi rahimahumullah.

Begitulah memang. Dari sejarah kehidupan mereka Continue reading

Advertisements

MENEGAKKAN SHOLAT

Alloh – ta’ala – berfirman,

{وَيُقِيمُونَ الصَّلاَةَ} (البقرة: 3)

“Dan mereka menegakkan sholat.” (al-Baqoroh: 3)

Alloh tidak berfirman يفعلون الصلاة (melakukan sholat) atau mengerjakan sholat. Karena dalam sholat tidaklah cukup semata-mata melakukan gerakan-gerakan sholat secara lahiriah saja. Menegakkan sholat maksudnya adalah menegakkan sholat secara lahiriah dan menegakkannya secara batiniah.

Menegakkan sholat secara lahiriah adalah dengan menyempurnakan rukun-rukun, kewajiban-kewajiban dan syarat-syarat sholat. Sedangkan menegakkannya secara batiniah adalah dengan menegakkan ruh sholat. Yaitu dengan hadirnya hati dalam sholat tersebut, dan merenungi apa yang dia ucapkan dan dia lakukan dalam sholat. Continue reading

MEMBACA ALQUR’AN

Abdullah bin Mas’ud, bahwasanya Rosulullah bersabda “Bacalah Al-Qur’an karena Allah Ta’ala tidak akan menyiksa hati yang berisi Al-Qur’an dan sesungguhnya Al-Qur’an itu adalah hidangan dari Allah, barangsiapa masuk, maka ia akan aman dan barangsiapa mencintai Al-Qur’an, maka bergembiralah.” (HR. Ad-Daarimiy)

ANTARA ADZAN DAN IQOMAH

Berapa banyak orang yang mengeluhkan doanya kok belum dikabulkan dan mencari-cari waktu yang baik untuk berdoa. bahkan ada yang tidak berdoa kecuali diwaktu terkena musibah. Padahal kita semua senantiasa membutuhkan anugerah nikmat dan rahmat Allah. Allah mudahkan kita diperintahkan berdoa dalam setiap saat, namun menjanjikan –melalui lisan Rasulullah shallallahu ‘alahi wa sallam – adanya waktu-waktu yang mustajab dalam berdoa agar kita lebih termotivasi untuk banyak berdoa.  Nah bila doa kita memenuhi syarat dan ngepasi waktu-waktu tersebut, tentunya akan lebih mungkin diijabahi lagi.

Ibnu Al-Qayyim menjelaskan, “Apabila berkumpul bersama doa kehadiran hati dan doa yang pas dengan kebutuhannya lalu bertepatan dengan salah satu waktu ijabah yang enam yaitu sepertiga malam terakhir, ketika adzan dan antara adzan dan iqamah, setelah sholat fardhu, ketika imam naik mimbar pada hari jumat hingga selesai shalat dan akhir waktu setelah ashar dari hari tersebut. Kemudian juga bertepatan dengan kekhusyu’an dihati dan merendahkan diri dihadapan Allah dengan menghinakn diri,  tadharru’ dan orang tersebut menghadap kiblat dan bersuci serta mengangkat kedua tangannya kepada Allah. Juga memulai dengan memuji Allah kemudian bersholawat kepada Muhammad shallallahu ‘alahi wa sallamdan setelah itu menyampaikan hajatnya dengan didahului dengan taubat dan istighfar kemudian meminta dan merengek dalam doanya tersebut ditambah lagi dengan bertawasul pada nama dan sifat Allah dan didahului dengan shodaqah, maka doa seperti ini hamper tidak akan ditolak selama-salamanya.” (Al-Jawab Al-Kaafi, hal 29-30).

Adzan dan iqamah adalah perkara yang mudah dan sudah diketahui semua orang. Bagaimana tidak, adzan dan iqamah dikumandangkan lima kali sehari di masjid-masjid dan surau-surau. Namun pernahkah kita berfikir memanfaatkannya untuk berdoa? Continue reading

RUKUN IBADAH

Sesungguhnya berdzikir dan mendekatkan diri kepada Allah subhanahu wa ta’ala dengan perkataan dan berbuatan baik yang Dia cintai, tidak akan diterima di sisi-Nya kecuali jika seorang yang beribadah melaksanakannya dengan memenuhi 3 rukun, yaitu: rasa cinta, takut dan harapan.

Inilah 3 rukun ibadah hati yang mana ibadah apapun tidak akan diterima oleh Allah kecuali jika terpenuhi ketiga-tiganya. Sehingga Allah subhanahu wa ta’ala diibadahi berdasarkan rasa cinta kepada-Nya, harapan akan pahala-Nya, dan rasa takut terhadap siksa-Nya. Allah subhanahu wa ta’ala telah menggabungkan penyebutan tiga rukun ini di dalam surat Al-Fatihah yang merupakan seutama-utama surat di dalam Al-Qur’an. Maka firman Allah subhanahu wa ta’ala:

الْحَمْدُ للّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ

“Segala puji bagi Allah, Rabb semesta alam” (Al-Fatihah: 2) Continue reading

MENAMBAH CINTA

Bagaimana y cara agar kita bisa lebih mencintaiNya? begini ini, lakukan saja hal-hal berikut:

1. Membaca Ayat-ayat Al Quran
Tidak hanya membaca saja, tapi juga beusaha untuk merenungi dan memahami makna-makna dan segala hal yang diinginkan dalam ayat-ayat tersebut.
2. Mengerjakan amalan-amalan sunnah
Mendekatkan diri kepada Nya dengan melakukan amalan-amalan sunnah setelah terpenuhinya amalan yang wajib.
3. Mengingat Allah
Senantiasa mengingat Allah, baik waktu lapang atau sempit dengan lisan, hati ataupun amalan.
4. Mendahulukan segala yang dicintai Allah
Ketika bertemu dengan sesuatu yang bertentangan antara kehendak manusia dengan kehendak Allah, maka mendahulukan apa-apa yang lebih dicintai Allah.
5. Merenungi nama dan sifat Allah
Merenungi nama dan sifat Allah dan segala macam yang menunjukan hal tersebut, berupa kesempurnaan dan keagungan Allahserta pengaruh-pengaruh yang baik sebagai konsekwensi dari nama dan sifat tersebut.
6. Merenungi nikmat-nikmat Allah
Merenungi nikmat-nikmat Allah baik yang Nampak ataupun yang tidak Nampak, serta meyakini kebaikan, kemurahan serta kasih saying Allah kepada semua makhlukNya.
7. Luluhnya hati ketika bersimpuh dihadapan Allah
8. Menyendiri bersama Allah
9. Duduk bersama orang-orang yang sholeh
Berkumpul dengan orang-orang soleh yang mencintai Allah dan banyak mengambil faedah dari perkataan-perkataaan mereka.
10. Menjauhi penghalang hati
Menjauhi hal-hal yang bisa menyebabkan terhalangnya hati untuk bisa mencintai Allah, biasanya berupa kesibukan-kesibukan duniawi

HIKMAH SHOLAT

Ibadah shalat yang merupakan ibadah teragung dalam Islam termasuk ibadah yang kaya dengan kandungan hikmah kebaikan bagi orang yang melaksanakannya. Siapaun yang mengetahui dan pernah merasakannya mengakui hak itu, oleh karena itu dia tidak akan rela meninggalkannya, sebaliknya orang yang tidak pernah mengetahui akan berkata, untuk apa shalat? Dengan nada pengingkaran.
Di bawah ini adalah rangkuman dari buku Mukjizat Shalat yang ditulis oleh Drs. Ir. Nogarsyah Moede Gayo.

Manfaat Shalat Ditinjau Secara Medis Dan Kesehatan

Manfaat Wudhu:
1. Menghilangkan bakteri dan kuman yang menempel di kulit.
2. Menjaga kebersihan mata.
3. Berkumur akan membuang bakteri yang berkumpul di dalam mulut, dan bersiwak akan lebih memperbaiki kesehatan mulut.
4. Istinsyaq berguna untuk membersihkan bagian dalam hidung, mencerahkan warna dinding dalam hidung, menguatkan dan membersihkan rambut dalam hidung sehingga dapat berfungsi secara maksimal, mengurangi bakteri di pangkal hidung, mencegah penularan berbagai penyakit seperti sakit tenggorokan, flu, radang paru-paru, TBC, dan penyakit ISPA, serta membantu kelancaran penyaringan udara sehat yang masuk ke dalam paru-paru.
5. Membasuh wajah sambil memijat wajah dengan lembut dapat melancarkan peredaran darah di wajah.
6. Mencuci tangan dan siku dapat mengatasi pembengkakan di daerah tangan dan bahu, juga menyegarkan fisik yang lelah.
7. Mengusap kepala berguna untuk menurunkan suhu badan, menurunkan stress pada bagian kepala, menurunkan resiko tekanan darah tinggi, melancarkan peredaran darah ke otak, dan berefek menentramkan jiwa.
8. Membasuh telinga berefek menenangkan, memijat titik-titik akupuntur sehingga melancarkan peredaran darah ke organ-organ tubuh, menurunkan emosi, menghasilkan rasa lebih sensitive terhadap getaran suara.
9. Mencuci kaki berguna untuk melancarkan aliran darah, menguatkan kaki, menenangkan, membuat tidur menjadi lebih nyenyak/lebih dalam, sebagai terapi mental.

Continue reading