KEDUDUKAN HATI

Seorang yang beriman kepada Allah dan hari akhir tentu akan memperhatikan amalan-amalannya. Dia akan senantiasa berusaha memperbagus amalanamalannya, sehingga dia benar-benar ditulis oleh Allah sebagai orang yang bersyukur atas kenikmatan-kenikmatan yang telah diberikan kepadanya.

Maka ketahuilah, – semoga Allah senantiasa membimbing kita kepada kebaikan – bahwa semua kebaikan bergantung kepada hati yang ada dalam dada. Rasulullah SAW bersabda:

 “Ketahuilah, sesungguhnya dalam jasad ini ada segumpal daging, jika segumpal daging itu baik, maka seluruh jasad pun akan menjadi baik. Dan jika segumpal daging itu rusak, maka seluruh jasad pun akan menjadi rusak. Ketahuilah, bahwa segumpal daging itu adalah hati.”

Al-Hafizh Ibnu Hajar al-‘Asqalani Rahimahullah berkata,

“Beliau mengkhususkan hati dengan hal tersebut karena hati adalah pemimpin badan. Dengan baiknya pemimpin, maka rakyat akan menjadi baik, dengan rusaknya pemimpin, rakyat pun menjadi rusak. Dan dalam hadits ini terdapat peringatan untuk mengagungkan kedudukan hati dan anjuran untuk memperbaikinya…”

Memang benar apa yang beliau katakan, bahwa kedudukan hati terhadap anggota badan adalah bagaikan raja yang menguasai rakyatnya. Dimana seluruh anggota badan akan tergerak ketika ada perintah dari hati, sedangkan hati menggunakan dan mengatur anggota badan dengan kehendaknya. Sehingga anggota badan akan mengikuti kehendak, niat dan azam yang ada di dalam hati. Jika hati memiliki niat dan kehendak yang baik, maka amalan baik pun akan dinilai baik. Sebaliknya, jika hati memiliki niat dan kehendak yang buruk, maka suatu amalan meskipun dilihat baik secara lahir, tidak akan dinilai baik pada hakikatnya.

Dan syariat Islam yang mulia ini telah menjadikan timbangan untuk amalan yang diterima dengan dua syarat, tidak akan diterima suatu amalan jika hanya memenuhi satu syarat darinya.

Pertama, ikhlash yang ada di dalam hati.

Kedua, kesesuaian amalan dengan tuntunan syariat Islam.

Kemudian, tatkala iblis, musuh Allah mengetahui bahwa inti kebaikan ada pada hati dan bergantung kepadanya, dia pun memfokuskan gangguannya pada hati dengan memberikan was-was, menghadapkannya dengan berbagai syahwat, memperindah berbagai amalan dan keadaan yang akan menghalangi hamba dari jalan yang lurus dan membentangkan berbagai sebab kesesatan yang akan menghalanginya dari sebab-sebab taufik. Untuk itu, dia pun menyiapkan berbagai jerat dan jaring yang menipu. Jika seorang hamba selamat dari jerat dan jaring tersebut, dia tidak akan lepas dari gangguan

atau halangan yang disebabkan olehnya.

Dengan demikian, nyatalah bagi kita untuk benar-benar memperhatikan, memperbaiki, membersihkan dan menjaga hati-hati kita dari segala hal yang akan merusaknya. Bahkan perhatian terhadap hati bisa dikatakan lebih besar dibandingkan amalan lahiriyah. Karena amalan lahiriyah akan muncul dan menjadi baik dengan baiknya hati. Ketika menjelaskan hadits di atas, Imam Nawawi Rahimahullah berkata:

“Dalam hadits ini terdapat penegasan untuk berusaha memperbaiki hati dan menjaganya dari kerusakan.”

Dan penjagaan kesehatan hati akan terwujud dengan tiga hal, sebagaimana penjagaan kesehatan badan juga demikian.

    • Menjaga kekuatan hati, yaitu dengan keimanan dan ketaatan-ketaatan kepada Allah.
    • Perlindungan dari hal yang merusak dan berbahaya, yaitu dengan menjauhi dosadosa, kemaksiatan dan berbagai penyimpangan.
    • Menghilangkan segala unsur merusak yang telah melekat padanya, yaitu dengan bertaubat dan meminta ampunan kepada Allah Ta’ala

 sumber: AlBamalanj, Abu Ubaidillah. “Hati, Penyakit dan Obatnya”.

http://albamalanjy.wordpress.com/2009/10/30/penyakit-hati-dan-obatnya-e-book/.

Diakses pada tanggal 8 Juni 2011

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: