TAK SEKEDAR DI LISAN

Persepsi iman dalam syariat telah dijelaskan oleh kitabullah dan sunnah rosulullah. Secara global, salafussalih telah memberikan definisi dan patokan tentang iman, yakni suatu keyakinan dalam hati yang diucapkan dengan lisan dan direalisir dengan amalan anggota badan. Iamn dalam kacamata syar’I juga dapat mengalami pasang surut. Bertambah karena ketaatan dan berkurang lantaran perbuatan maksiat. Berikut paparan dalil-dalil yang menyatakan patokan iman

IMAN, KEYAKINAN HATI
Allah telah menyatakan dalam firmannya: “Orang-orang Arab badui itu berkata ‘kami telah beriman’. Katakanlah (kepada mereka) ‘kamu belum beriman, tapi katakanlah, kami telah tunduk’ karena iman itu belum masuk ke dalam hatimu” (Alhujurat: 14)
Baiknya hati manakala ia dipenuhi dengan keyakinan-keyakinan benar. Ketika hati telah disirami dengan hakikat iman dan darinya tumbuh berkembang amalan-amalan yang baik, maka hati model ini adalah hati yang selamat.

IMAN, IKRAR LISAN
Setelahnya, iman tak cukup hanya dalam hati, namum seiring dengan itu, harus dibarengi dengan pengikraran melalui lisan (mulut). Rosulullah bersabda :”Aku diperintahkan untuk memerangi manusia hingga mereka mengatakan tidak ada sesembahan yang benar melainkan Allah…”(Hr. Muslim)
Dalam hadits tersebut disebutkan akan syarat dalam pengucapan syahadat yang menjadikan syahnya iman.

IMAN, DENGAN AMALAN NYATA
Semua nash (dalil) yang memaparkan bahwa keimanan adalah dengan pengucapan lisan masuk dalam kategori jenis ini, yaitu iman adalah perbuatan anggota badan. Karena pengucapan adalah bentuk dari perbuatan anggota badan yaitu lisan.
Dipertegas dalam firman Allah: “Dan tidaklah Allah menyia-nyiakan keimanan kalian” (AL Baqarah: 143)
Maksud dari keimanan di sini adalah salat. Dari sini kita pahami bahwa salat memiliki istilah lain iman. Lebih tegasnya, iman adalah tindakan nyata anggota badan.
Rosulullah juga menjelaskan makna iman dengan pengucapan dua kalimat syahadat, mendirikan salat, menunaikan zakat, menjalankan puasa ramadhan, serta menunaikan seperlima hasil rampasan perang, yang kesemuanya adalah amalan anggota tubuh.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: